Siapa Bilang Menulis Buku Sulit? – Resensi Buku

Judul Buku : Cara Mudah Menulis Buku
Penulis : Dodi Mawardi
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal Buku : x + 155 halaman
Penerbit : Raih Asa Sukses
Peresensi : Erik Purnama Putra,
Aktivis Pers Kampus Bestari Universitas Muhammadiyah Malang
(Kini Wartawan Harian Republika)
Dimuat di Harian Bhirawa, Jumat, 19 Juni 2009
DALAM budaya masyarakat Indonesia, kegiatan menulis (literal) dirasa sangat sulit untuk dilakukan sebab diyakini membutuhkan banyak tenaga dan harus memeras otak guna menghasilkan sebuah tulisan bermutu. Jangankan untuk menulis, membaca pun belum dijadikan aktivitas sehari-hari.Maka itu jangan harap bisa menulis jika jarang membaca. Sehingga banyak orang yang akhirnya gagal untuk menulis barang sedikitpun karena tak memiliki ketekunan sebagai modal dasar menghasilkan sebuah tulisan.

Dalam tataran lebih berat lagi, menulis buku bagi sebagian besar masyarakat pasti diyakini sangat sulit. Dan malah aktivitas menulis dinilai hanya untuk golongan tertentu, seperti kalangan akademik (guru atau dosen).Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Karena sudah banyak sekali individu yang berhasil menelorkan kumpulan tulisan menjadi sebuah buku, di mana yang bersangkutan tidak memiliki background akademik tinggi.

Harus diakui memang penulis buku rata-rata didominasi kaum akademik, minimal bergelar sarjana, yang berhasil membuat karya berupa buku. Namun keadaan itu tak bersifat mutlak dan orang tak bersekolahpun sebenarnya juga bisa menulis buku. Misal bukti konkretnya adalah Pramoedya Ananta Toer yang telah melahirkan berbagai karya buku berkualitas.
Hebatnya lagi, penyair besar tersebut mampu menghasilkan buku dalam jumlah banyak ketika komputer masih belum ada. Melihat contoh itu, dengan semakin modernnya teknologi yang dirasa semakin membantu kinerja manusia maka seharusnya kondisi itu mempermudah setiap orang untuk menulis, khususnya membuat buku.
=======================
Berangkat dari fenomena itulah, Dodi Mawardi yang miris melihat bahwa di masyarakat kegiatan menulis masih dianggap sebagai aktivitas ekslusif yang hanya bisa ditekuni golongan tertentu membuat penulis menghadirkan karya Cara Mudah Menulis Buku.Keberadaan buku ini bisa jadi akan menjungkirbalikkan pikiran pembaca yang selama ini menyangka bahwa kegiatan menulis itu sulit. Karena disamping memberikan tips ajakan bagaimana nikmatnya menulis, Dodi Mawardi juga menyelipkan petunjuk praktis bagi penulis pemula untuk mulai berkomitmen dengan menulis apapun itu yang penting diketahui.

Jika sebelumnya itu hanya mitos, maka pembaca akan dibukakan kesalahan berpikirnya dengan menilai membuat buku itu mudah. Penulis yang dosen dan mantan wartawan ini tak cuma mengajak pembaca untuk segera menulis.

Juga, diberikan trik bermanfaat sebagai tuntunan bagi setiap orang yang ingin menulis buku secara gamblang. Asalkan benar-benar serius dan mau menuruti berbagai langkah yang dianjurkan penulis, maka seseorang akan mempunyai karya berupa buku dalam tempo 3 bulan.

Jika tidak percaya, boleh dibuka satu demi satu isi pembahasan dalam buku ini yang akan menuntun pembaca untuk menghilangkan pikiran bahwa menulis dan menerbitkan buku itu sulit. Karena sebenarnya yang dibutuhkan seseorang untuk menulis itu adalahaction, bukannya sekedar angan-angan semata. Sehingga semakin kita cepat memulai, semakin cepat pula kita menghasilkan karya.
Pasalnya, seringkali seseorang beralasan sibuk dan tak punya waktu luang sebentar saja untuk digunakan aktivitas menulis. Padahal kenyataan itu menurut penulis hanyalah sebagai bentuk pengingkaran komitmen seseorang yang sebenarnya tak berniat serius ingin membuat buku.Karena jika dibandingkan dengan Rhenald Kasali dan Hermawan Kartajaya yang memiliki beragam kerjaan dan kesibukan yang harus dijalani, sementara tetap produktif menghasilkan buku dengan menulis sendiri, maka pasti kita tak ada apa-apanya dibanding mereka.

Maka itu, bila seseorang berniat ingin menulis untuk dijadikan kuka, maka Dodi Mawardi menyarankan agar setiap harinya minimal menyisihkan waktu setidaknya 30 menit untuk menulis dengan asumsi mampu menyelesaikan tulisan 1 lembar. Dan kalau dilakukan terus secara konsisten selama 12 minggu, maka setidaknya akan terkumpul tulisan 90 halaman, yang cukup untuk diterbitkan untuk menjadi kategori buku saku.
 =============================
Aktivitas merangkai kata dapat dimulai dari menulis apa saja yang kita ketahui dan jangan dulu diedit sebab hanya akan membuat kita berhenti dan tak percaya diri dengan tulisan yang sudah kita kerjakan. Karena di dunia ini tak ada yang sempurna sehingga jangan sampai belum-belum sudah merasa rendah diri dan tak yakin dengan hasil tulisan yang telah dibuat.
Penulis juga menekankan, aktivitas menulis bukan bakat sebab bisa dipelajari dengan mempraktikkan langsung. Kesungguhan kitalah yang akan menentukan berapa lama sebuah buku akan terbit. Karena jika tak disiplin dan coba mengingkaranya.Maka, jangan harap buku bisa terbit dan malah yang terjadi adalah penundaan menyelesaikan buku, yang tak tahu sampai kapan selesainya jika kondisinya seperti itu. Mengingat dalam usaha untuk menerbitkan buku, dimulai dari sebuah komitmen untuk meluangkan waktu di sela aktivitas yang kita jalani.

Yang terakhir jika semua tahapan sudah dilewati maka harus menyerahkan naskah kepada penerbit. Untuk hal ini, penulis memberikan saran supaya naskah lebih dulu diedit dan struktur bahasanya dibenahi agar editor penerbit tak bekerja keras yang kadang berpengaruh terhadap penilaian naskah yang kita kirimkan.
===========================
Tak ketinggalan, penulis menyerukan kepada pembaca jika ingin menghasilkan sebuah buku dalam rentang 3 bulan, maka apa saja yang harus dilakukan dikupas habis dalam pembahasan setiap pekannya hingga menginjak pekan ke-12. Semua itu ditulis dengan santai hingga pembaca mudah memahaminya.
Namun pesan penulis yang harus diingat adalah bukan berarti setelah membaca buku ini pembaca akan bisa langsung menulis dan menerbitkan buku dalam 12 pekan. Karena semuanya kembali ke individu masing-masing sebab setiap orang berbeda kadar keinginan dan semangatnya dalam merealisasikan gagasannya untuk ditungkan menjadi buku. Maka itu, buku ini sangat saya anjurkan untuk dibeli siapapun dengan profesi apapun jika ingin menulisdan menghasilkan sebuah buku.

Sorry, comments are closed for this post.